<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dongeng Rangkas</title>
	<atom:link href="http://dongengrangkas.akumassa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dongengrangkas.akumassa.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 12:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dongeng Rangkas (HD Full Movie)</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2012/04/dongeng-rangkas-hd-full-movie/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2012/04/dongeng-rangkas-hd-full-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 12:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/35450871" width="540" height="304" frameborder="0"></iframe> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2012/04/dongeng-rangkas-hd-full-movie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dongeng Rangkas: Filem Dokumenter Panjang Terbaik di FFD 2011</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/12/dongeng-rangkas-filem-dokumenter-panjang-terbaik-di-ffd-2011/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/12/dongeng-rangkas-filem-dokumenter-panjang-terbaik-di-ffd-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 04:57:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 10 Desember 2011 di Festival Film Dokumenter 2011, Yogyakarta. Filem Dongeng Rangkas mendapat penghargaan Film Dokumenter Panjang Terbaik, diwakili oleh kawan kami Riezky Andhika Pradana (Kikie Pea) yang menerima penghargaan. Dewan Juri memberikan catatan untuk Dongeng Rangkas sebagai berikut: Mengangkat isu yang berani Treatment yang subtil, halus dan cermat Kegigihan untuk tidak terperangkap pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 10 Desember 2011 di Festival Film Dokumenter 2011, Yogyakarta. Filem <em>Dongeng Rangkas</em> mendapat penghargaan Film Dokumenter Panjang Terbaik, diwakili oleh kawan kami Riezky Andhika Pradana (Kikie Pea) yang menerima penghargaan. Dewan Juri memberikan catatan untuk <em>Dongeng Rangkas</em> sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mengangkat isu yang berani</li>
<li><em>Treatment</em> yang subtil, halus dan cermat</li>
<li>Kegigihan untuk tidak terperangkap pada simpulan besar</li>
<li>Penyajian ritme yang apik</li>
<li>Menandai keberhasilan kerja kolaboratif dalam dokumenter</li>
</ol>
<p>“Filem ini didedikasikan untuk sinema Indonesia yang lebih baik, seluruh penggerak komunitas filem, dan aktivitas  gerakan sosial di Indonesia. Sinema adalah pengetahuan, bukan hanya barang dagangan”, sepenggal teks dari Hafiz yang diucapkan Kikie di atas podium.</p>
<p>Teringat sebuah tulisan dari Sjumandjaja, <em>Membicarakan Film Indonesia: Di Tangan Borjuis Kelontong, Film Hanya Barang Dagangan</em> yang dimuat pada majalah Analisa terbitan 24 Juli 1977 dan di terbitkan kembali secara online oleh Jurnal Footage<sup>[1]</sup>: “Memang ada alasan untuk gelisah. Sebab sinematografi di Indonesia lahir dan berkembang dan berada di bawah kegiatan mereka yang bukan seniman filem. Dia berada di bawah kegiatan bisnis. Dan celakanya, bukan di bawah kapitalis-kapitalis atau borjuis-borjuis kelas wahid atau bisnis kelas satu, tetapi berada di bawah kekuasaan orang bisnis kelas ‘kelontong’. Pedagang kelontong. Borjuis kelontong.”</p>
<p>Selamat kawan-kawan Forum Lenteng, Saidjah Forum dan akumassa. Mari Rayakan! Filem bukan hanya untuk hiburan, karena ia juga pengetahuan. Mari terus berjuang!</p>
<p><span id="more-353"></span></p>
<p>- -<br />
<em>Filem Dongeng Rangkas merupakan sebuah usaha kawan-kawan komunitas yang punya ketertarikan kepada persoalan-persoalan lokal dan merekamnya ke dalam media audio visual untuk didistribusikan kepada masyarakan sebagai bahan pembelajaran bersama. Sebagai usaha untuk merekam persoalan lokal, maka format dokumenter feature dianggap salah satu cara yang paling efektif dalam menghadirkan dan membangun kesadaran bersama tersebut. </em><em>Dongeng Rangkas</em><em> </em><em>bisa dianggap sebagai satu-satunya dokumenter </em><em>feature</em><em> </em><em>yang hadir dan diproduksi di Rangkasbitung. Hal ini diharapkan dapat menjadi pemicu perkembangan dunia perfilman di Rangkasbitung dan sekitarnya. Diproduksi Forum Lenteng yang bekerjasama dengan Komunitas Saidjah Forum, Lebak. Kerja produksi dokumenter ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas komunitas akumassa yang diprakarsai oleh Forum Lenteng. Kerja-kerja dalam program akumassa adalah melakukan pendidikan media kepada komunitas dalam rangka membangun kesadaran “media” kepada masyarakat sebagai bagian dari pengembangan diri dan masyarakat sekitar. Aktivitas akumassa dapat dilihat di <a href="http://www.akumassa.org/">www.akumassa.org</a>.</em></p>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><sup>[1]</sup> http://www.jurnalfootage.net/v2/in/kronik/302-membicarakan-filem-indonesia-di-tangan-borjuis-kelontong-filem-hanya-barang-dagangan.html</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/12/dongeng-rangkas-filem-dokumenter-panjang-terbaik-di-ffd-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dongeng Rangkas di C20 Library, Surabaya (Newsletter)</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/11/dongeng-rangkas-di-c20-library-surabaya-newsletter/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/11/dongeng-rangkas-di-c20-library-surabaya-newsletter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 08:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penayangan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div><object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" style="width:420px;height:298px" id="6bce9c80-70bc-6da6-f86c-086e585a8002" ><param name="movie" value="http://static.issuu.com/webembed/viewers/style1/v2/IssuuReader.swf?mode=mini&amp;embedBackground=%23ffffff&amp;backgroundColor=%23222222&amp;documentId=111102171100-22e0b551fed1489d88c6ebac6622885a" /><param name="allowfullscreen" value="true"/><param name="menu" value="false"/><param name="wmode" value="transparent"/><embed src="http://static.issuu.com/webembed/viewers/style1/v2/IssuuReader.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width:420px;height:298px" flashvars="mode=mini&amp;embedBackground=%23ffffff&amp;backgroundColor=%23222222&amp;documentId=111102171100-22e0b551fed1489d88c6ebac6622885a" allowfullscreen="true" menu="false" wmode="transparent" /></object><div style="width:420px;text-align:left;"></div></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/11/dongeng-rangkas-di-c20-library-surabaya-newsletter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dongeng Rangkas di CPH:DOX 2011, Copenhagen, Denmark</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/10/dongeng-rangkas-di-cphdox-2011-copenhagen-denmark/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/10/dongeng-rangkas-di-cphdox-2011-copenhagen-denmark/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 10:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Copenhagen]]></category>
		<category><![CDATA[CPH:DOX]]></category>
		<category><![CDATA[Denmark]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Penayangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berkelana di Korea Selatan dalam perhelatan 3rd DMZ-Docs Korean International Documentary Festival, kini Film Dongeng Rangkas diundang dalam kegiatan CPH:DOX 2011 di Copenhagen, Denmark pada November 2011. Copenhagen International Documentary Film Festival, adalah festival film dokumenter terbesar di Skandinavia dan sekarang menjadi salah satu yang terbesar di ranah Eropa. Tiap tahunnya festival ini mengisi sinema Copenhagen dengan lebih dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doxbio.dk/d/film.lasso?ser=1580&amp;s=2011103" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-345" title="web-dongeng-cph-img" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/10/web-dongeng-cph-img.jpg" alt="" width="546" height="546" /></a></p>
<p>Setelah berkelana di Korea Selatan dalam perhelatan <a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%e2%80%9cdongeng-rangkas%e2%80%9d-dalam-3rd-dmz-docs-festival-dokumenter-internasional-korea/" target="_blank">3<sup>rd</sup> DMZ-Docs Korean International Documentary Festival</a>, kini <em>Film</em> Dongeng Rangkas diundang dalam kegiatan CPH:DOX 2011 di Copenhagen, Denmark pada November 2011. Copenhagen International Documentary Film Festival, adalah festival film dokumenter terbesar di Skandinavia dan sekarang menjadi salah satu yang terbesar di ranah Eropa. Tiap tahunnya festival ini mengisi sinema Copenhagen dengan lebih dari 200 pilihan film dokumenter dari seluruh dunia. Pada festival 2010, terdaftar lebih dari 45.000 film dalam 11 hari, hal ini yang membuat festival menjadi salah satu perhelatan dokumenter terbesar.</p>
<p>Festival ini berdedikasi untuk mendukung film-film independen dan inovatif, serta menampilkan kecenderungan-kecenderungan terakhir dalam film-film non-fiksi, <em>art cinema </em>dan eksperimental. Selain itu, CPH:DOX juga menampilkan pamaeran-pameran seni, konser, seminar profesional 5 hari penuh, pasar pemutaran film dan pendanaan internasional serta produksi bersama acara CPH:FORUM. Festival kali ini akan berlangsung pada 3-13 November 2011, yang akan menampilkan 180 film-film baru, 6 program kompetisi internasional, Sebuah sesi Artist in Focus, dan program-program lainnya.</p>
<p>Lihat Jadwalnya di situs resmi <a href="http://www.cphdox.dk/d/film.lasso?ser=1580&amp;s=2011103" target="_blank">CPH:DOX 2011</a></p>
<p>Selamat untuk Dongeng Rangkas, semoga perfilman Indonesia tambah Maju!</p>
<p>Sampai berjumpa di Copenhagen, Denmark.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/10/dongeng-rangkas-di-cphdox-2011-copenhagen-denmark/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Film Indonesia 2011: Siaran Pers</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/10/festival-film-indonesia-2011-siaran-pers/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/10/festival-film-indonesia-2011-siaran-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 04:51:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Perbaikan Membutuhkan Perubahan JAKARTA, 18 AGUSTUS 2011 • Festival Film Indonesia (FFI) 2011 dipastikan akan segera berlangsung. Pesta film tahunan itu secara resmi akan diluncurkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Jero Wacik, SE pada Kamis, 25 Agustus 2011. Selanjutnya, secara garis besar agenda FFI 2011 adalah sebagai berikut: • Pendaftaran film peserta:  25 Agustus-8 Oktober [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: medium;"><strong><strong>Perbaikan Membutuhkan Perubahan</strong></strong></span></p>
<p><img title="" src="http://festivalfilmindonesia.org/wp-content/uploads/2011/08/presscon_560.jpg" alt="" width="560" height="344" /></p>
<p><strong>JAKARTA, 18 AGUSTUS 2011 •</strong> Festival Film Indonesia (FFI) 2011 dipastikan akan segera berlangsung.</p>
<p>Pesta film tahunan itu secara resmi akan diluncurkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Jero Wacik, SE pada Kamis, 25 Agustus 2011. Selanjutnya, secara garis besar agenda FFI 2011 adalah sebagai berikut:</p>
<p>• Pendaftaran film peserta:  25 Agustus-8 Oktober 2011<br />
• Pengumuman Nominasi:  10 November 2011<br />
• Malam Anugerah Piala Vidia:  26 November 2011<br />
• Malam Anugerah Piala Citra:  10 Desember 2011</p>
<p>FFI 2011 diselenggarakan oleh Panitia Penyelenggara yang dibentuk dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. KM.58/OT.001/MKP/2011 yang ditetapkan di Jakarta 10 Juli 2011. Dalam SK itu disebutkan bahwa pelaksanaan FFI 2011 dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) yang susunan selengkapnya terlampir bersama Siaran Pers ini.</p>
<p><span id="more-342"></span>Panitia Penyelenggara FFI 2011 dibentuk untuk mengisi kekosongan karena Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang bertugas menggantikan Komite Kerja Festival Film Indonesia (KKFFI) sebagai penyelenggara FFI mulai tahun ini masih dalam proses pembentukan.</p>
<p>Dalam konferensi pers Kamis, 18 Agustus 2011, Ketua Panpel FFI 2011 M. Abduh Aziz menyatakan, sebagai langkah awal pembenahan FFI, tahun ini akan terdapat sejumlah perubahan penting, yang detailnya akan diumumkan dalam peluncuran resmi pada 25 Agustus 2011.</p>
<p>Abduh Aziz menegaskan, pesan yang mencuat setelah terjadi kisruh dalam FFI 2010 sudah sangat jelas, yaitu penyelenggaraan FFI harus diperbaiki. Namun, perbaikan itu tidak bisa berlangsung dalam semalam, karena memerlukan proses dan kerendahhatian berbagai pihak untuk ikut berkontribusi di dalam proses tersebut. Yang sudah pasti, setiap perbaikan membutuhkan perubahan. Dan untuk melakukan perubahan diperlukan keberanian. Keberanian untuk merancang konsep besar perbaikan dan mengayunkan langkah pertama.</p>
<p>Secara garis besar perubahan yang akan dilakukan dalam FFI 2011 adalah sebagai berikut:</p>
<h3><strong>1. </strong><strong>Kompetisi Film Televisi</strong></h3>
<p>Selain kompetisi Film Bioskop, Film Pendek, dan Film Dokumenter, tahun ini akan diadakan juga Kompetisi Film Televisi untuk kategori film cerita lepas dengan durasi minimal 70 menit, atau dikenal sebagai FTV, untuk memperebutkan Piala Vidia.</p>
<p>FTV dan Film Bioskop bagai dua sisi mata uang, yang jika disinergikan dengan baik berpotensi menciptakan simbiosis mutualisme dengan industri perfilman nasional. FTV, berbeda dengan film-film televisi lainnya, bisa menjadi perluasan lahan ekspresi para pekerja film bioskop sekaligus kawah candradimuka untuk melahirkan lebih banyak sineas baru.</p>
<p>Kendati demikian, agar tidak mengurangi penghormatan kepada setiap pememang, Malam Anugerah Piala Vidia dan Malam Anugerah Piala Citra akan diadakan terpisah.</p>
<h3><strong>2. </strong><strong>Piala Citra untuk Penulis Cerita Asli Terbaik</strong></h3>
<p>Tahun ini tradisi penganugerahan Piala Citra untuk Penulis Cerita Asli Terbaik, yang pernah ada dalam FFI 1982-1991 (dengan isitilah Cerita Asli Terbaik untuk Film), akan dihidupkan lagi. Sebagai konsekuensinya, Piala Citra untuk Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik dan Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik dilebur menjadi satu, yakni Penulis Skenario Terbaik.</p>
<p>Penghargaan baru ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi lebih sekaligus pemicu semangat lahirnya cerita-cerita baru untuk film yang semakin baik.</p>
<h3><strong>3. </strong><strong>Sistem Penjurian Film Bioskop</strong></h3>
<p>Akan terdapat perubahan yang signifikan dalam sistem penjurian Film Bioskop mulai FFI 2011. Sistem penjurian baru ini akan melibatkan lebih banyak pekerja film, sehingga diharapkan berlangsung penilaian teknis yang lebih cermat oleh ahli di masing-masing bidang, dan kualitas Nominasi serta Pemenang Piala Citra FFI 2011 bisa menjadi lebih baik.</p>
<h3><strong>4. </strong><strong>Acara Pendukung Festival</strong></h3>
<p>Untuk menjadikan FFI 2011 sebagai sebuah festival yang sesungguhnya, acara-acara utama berupa kompetisi, Pengumuman Nominasi, dan Malam Anugerah Piala Citra/Vidia, akan dimeriahkan berbagai acara pendukung yang sebisa mungkin melibatkan semua pemangku kepentingan perfilman Indonesia. Di samping acara-acara yang bersifat promosi akan diadakan juga acara-acara apresiatif seperti<em>workshop</em>, pemutaran film-film nominasi, lomba kritik film, penghargaan pilihan wartawan, penghargaan pilihan penonton, dan lain-lain.</p>
<h3><strong>5. </strong><strong>Pengumuman Nominasi dan Malam Anugerah</strong></h3>
<p>Siaran langsung Pengumuman Nominasi serta Malam Anugerah Piala Citra dan Piala Vidia akan dikemas dalam format baru yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bersama Mitra Televisi, Panpel FFI 2011 akan membuat sebuah acara yang berfokus pada film, memberikan apresiasi mengenai film Indonesia bagi masyarakat, dan menghormati para pekerja film.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/10/festival-film-indonesia-2011-siaran-pers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Dongeng Rangkas Dari Korea Selatan</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/catatan-dongeng-rangkas-dari-korea-selatan/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/catatan-dongeng-rangkas-dari-korea-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 06:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[DMZ]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Telah terbit di situs Saidjah Forum pada 27 September 2011. &#160; Mereka dibawa dengan bus-bus dari penginapan kota Paju. Berhenti dibawah Jembatan layang, dekat Gedung kecil yang memiliki lorong pemeriksaan. Kami berkumpul. Berjalan memasuki lorong pemeriksaan dengan menunjukan ID berwarna merah dengan pelat biru di atas. Terlihat pelataran dalam gedung banyak didapat pagar kawat berduri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah terbit di situs <a href="http://saidjahforum.org/web/artikel/catatan-dongeng-rangkas-di-korea-selatan" target="_blank">Saidjah Forum</a> pada 27 September 2011.</p>
<hr />
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka dibawa dengan bus-bus dari penginapan kota Paju. Berhenti dibawah Jembatan layang, dekat Gedung kecil yang memiliki lorong pemeriksaan. Kami berkumpul. Berjalan memasuki lorong pemeriksaan dengan menunjukan ID berwarna merah dengan pelat biru di atas. Terlihat pelataran dalam gedung banyak didapat pagar kawat berduri disisipi pos-pos penjagaan sepanjang peglihatan.</p>
<div>
<p>Dirjen musik kemiliteran, bertopi, berpakaian merah, membawa alat musik, muncul dari sisi gedung. Mereka langsung saja memainkan musik penyambutan ala militer dengan penuh semangat. Para sutradara enggan membiarkan peristiwa itu lewat begitu saja. Jepretan kamera sana-sini seolah ingin membuktikan kebenaran yang dia tangkap oleh lensa kamera mereka diwaktu senja saat cara akan dibuka.</p>
<p><span id="more-337"></span>Zona militer, epat berada di perbatasan kedua negara. Dorosan, sebuah stasiun kereta api yang dibelah menjadi dua wilayah adalah pintu masuk menuju ruang utama acara. Malam pembukaan tiba. Setelah jamuan makan di ruang bawah tanah selesai, sutradara, undangan, dan orang penting yang hadir di gerbang stasiun Festival Dokumenter Internasional dibuka di gedung dalam gedung bawah tanah. Stasiun kereta api bawah tanah disulap menjadi tempat puncak perayaan pembukaan. Dimeriahkan banyak warga, artis, pejabat pemerintah, dan militer korea selatan. Saya tidak tau kalau yang hadir itu pejabat penting. Tetapi saya yakin yang bicara di panggung adalah pejabat setinggi Kementerian nasional, Provinsi dan Kota.</p>
<p>Kali pertama film dokumenter panjang produksi Saidjahforum dipresentasikan secara Internasional di Kore Selatan. Film Dongeng Rangkas masuk dalam kategori ‘Asian Perspective’ di 3rd DMZ-Docs (Festival Dokumenter Internasional Korea) 25 September 2011. Lokasi acara di kota Paju, KoreaSelatan. Ada ratusan film dokumenter diputar dari berbagai benua, Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Isu yang muncul adalah Sejarah, Arsip, dan perkembangan Dokumenter di Asia. Dengan ragam kondisi dan persoalannya. Karya individu atau kolektif. Film dokumenter yang terlibat di festival berusaha mencerminkan kondisi-kondisi dari pembuatnya. Makna baru menjadi penting untuk temuan dalam acara Festival ini kian terang.</p>
<p>Arsitektur di kota Book City tidak berhenti di tingkat kebutuhan bangunan. Tetapi sampai pada persoalan estetik. Book City adalah kota kecil yang dibangun pemerintah korea selatan khusus untuk menangani urusan percetakan, penerbitan, dan semua hal-hal yang berurusan dengan buku. Menurut keterangan warga sekitar, Kota Book City bediri sejak 1999. Masyarakat korea menyebutnya “Kota Buku”. Hampir seluruh bangunan di kota Book City dibangun nuansa ramah lingkungan dan detail. Sekilas bangunan kota terlihat di peta mirip senjata Parang. Sejauh ini saya hanya bisa menemui orang yang berasal dari Asia …<br />
<strong>Bersambung….</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/catatan-dongeng-rangkas-dari-korea-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>아시아 3국 다큐멘터리 제작 현실과 다큐멘터리 영화의 방향성을 제시하다. 토크: 아시아 다큐멘터리 제작 현장으로부터 듣는다.</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%ec%95%84%ec%8b%9c%ec%95%84-3%ea%b5%ad-%eb%8b%a4%ed%81%90%eb%a9%98%ed%84%b0%eb%a6%ac-%ec%a0%9c%ec%9e%91-%ed%98%84%ec%8b%a4%ea%b3%bc-%eb%8b%a4%ed%81%90%eb%a9%98%ed%84%b0%eb%a6%ac-%ec%98%81%ed%99%94/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%ec%95%84%ec%8b%9c%ec%95%84-3%ea%b5%ad-%eb%8b%a4%ed%81%90%eb%a9%98%ed%84%b0%eb%a6%ac-%ec%a0%9c%ec%9e%91-%ed%98%84%ec%8b%a4%ea%b3%bc-%eb%8b%a4%ed%81%90%eb%a9%98%ed%84%b0%eb%a6%ac-%ec%98%81%ed%99%94/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 06:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[DMZ]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[아시아 3국 다큐멘터리 제작 현실과 다큐멘터리 영화의 방향성을 제시하다. 토크: 아시아 다큐멘터리 제작 현장으로부터 듣는다. 글,사진: 정기혁, 연경은 (가톨릭대학교 DMZ DOCS 기자단) 베트남 출신 감독풍경의 트란 티 안풍, 인도네시아 출신의를 연출한 안당 클라나와 미라 페브리 멜리아, 한국의를 연출한 이하연과 나비(NAVI)감독이 참여한 가운데 &#8220;토크: 아시아 제작 현장으로부터 듣는다.&#8221;가 진행되었다. 미디엑트 김명준 소장이 &#8220;중요한 것은 서로 비슷한 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://cfile8.uf.tistory.com/image/193D80394E7FD3ED2ADE11" alt="" width="540" height="158" /></p>
<p style="text-align: center;">아시아 3국 다큐멘터리 제작 현실과 다큐멘터리 영화의 방향성을 제시하다.<br />
토크: 아시아 다큐멘터리 제작 현장으로부터 듣는다.</p>
<p style="text-align: right;">글,사진: 정기혁, 연경은<br />
(가톨릭대학교 DMZ DOCS 기자단)</p>
<p><img src="http://cfile1.uf.tistory.com/image/197797364E7FD4B131652F" alt="" width="540" /></p>
<p>베트남 출신 감독풍경의 트란 티 안풍, 인도네시아 출신의를 연출한 안당 클라나와 미라 페브리 멜리아, 한국의를 연출한 이하연과 나비(NAVI)감독이 참여한 가운데 &#8220;토크: 아시아 제작 현장으로부터 듣는다.&#8221;가 진행되었다.</p>
<p>미디엑트 김명준 소장이 &#8220;중요한 것은 서로 비슷한 사회 문화적 배경도 있지만 차이점도 있다.&#8221;며 아시아 지역의 미디어센터 다큐 제작과 연관 미디어에 관련된 사람들과 얘기하는 시간을 가져보자며 첫 대화를 시작했다. 본 행사는 조직 별로 짧게 보는 시간을 가진 후 토크시간을 가지는 식으로 진행되었다.</p>
<p><span id="more-333"></span>21세기에 들어 디지털 매체의 보급과 함께 비로소 시작된 동남아시아의 독립 다큐멘터리는 주로 집단제작방식으로 적극적인 실험 중인데, 응우옌 트린 티 감독이 속한 하노이 닥랩의 활동도 그러한 방식으로 다큐멘터리 제작에 힘을 쏟고 있다.</p>
<p>한편 1998년 인도네시아에 군사정부가 무너진 후 민주화 운동이 일어나며 그것을 기념하기 위해 시민들이 단체를 조직했고 조직의 슬로건 중 하나가 &#8220;독립영화 제작은 쉽다.&#8221;였다. 사건의 영향을 받아 2003년 감독이 속한 포럼 렝텐이 설립되어 이번를 첫 번째 장편 다큐멘터리로 제작하게 되었다.</p>
<p><img src="http://cfile30.uf.tistory.com/image/154B59394E7FD95C2C87D4" alt="" width="540" height="813" /></p>
<p>한편 한국의 패널로프로젝트 팀이 참여하였는데 4대강 문제에 관심을 가진 인디고, 푸른영상, 녹색연합, 전국 미디어 네트워크 등, 독립다큐멘터리 감독과 미디어 활동가들이 결합한 프로젝트 팀이다. 4대강 사업에 대한 같은 견해를 가진 활동가들이 모여 일반 대중매체에서 다루는 4대강 사업 부작용의 거시적인 부분이 아닌 직접적으로 피해를 받는 농민, 면종위기 야생 동식물, 4대강 노동자들의 고단한 삶을 적나라하게 보여주며 대중들에게 알리기 위해 노력했다.</p>
<p><img src="http://cfile9.uf.tistory.com/image/1448CF374E7FD9A71475CA" alt="" width="540" height="358" /></p>
<p>약 2시간가량의 열띤 토론 후 서로의 다큐멘터리 제작환경에 대해 궁금한 점을 질문하고 응답하는 시간을 가지며 다큐멘터리가 나아가야 할 방향에 대해 논했다. 이에 김명준 소장은 오늘의 기회가 각국의 독립영화 미디어 발전을 위해 내용을 교류하는 중요한 출발점이 되는 의미 있는 자리가 되길 바란다고 전했다.</p>
<p>&nbsp;</p>
<hr />
<p><a href="http://dmzdocs2011.tistory.com/entry/0926%EC%95%84%EC%8B%9C%EC%95%84-3%EA%B5%AD-%EB%8B%A4%ED%81%90%EB%A9%98%ED%84%B0%EB%A6%AC-%EC%A0%9C%EC%9E%91-%ED%98%84%EC%8B%A4%EA%B3%BC-%EB%8B%A4%ED%81%90%EB%A9%98%ED%84%B0%EB%A6%AC-%EC%98%81%ED%99%94%EC%9D%98-%EB%B0%A9%ED%96%A5%EC%84%B1%EC%9D%84-%EC%A0%9C%EC%8B%9C%ED%95%98%EB%8B%A4" target="_blank">Sumber</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%ec%95%84%ec%8b%9c%ec%95%84-3%ea%b5%ad-%eb%8b%a4%ed%81%90%eb%a9%98%ed%84%b0%eb%a6%ac-%ec%a0%9c%ec%9e%91-%ed%98%84%ec%8b%a4%ea%b3%bc-%eb%8b%a4%ed%81%90%eb%a9%98%ed%84%b0%eb%a6%ac-%ec%98%81%ed%99%94/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>랑카스비퉁에 울려 퍼진 두부장수의 음악 -랑카스 이야기-</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%eb%9e%91%ec%b9%b4%ec%8a%a4%eb%b9%84%ed%89%81%ec%97%90-%ec%9a%b8%eb%a0%a4-%ed%8d%bc%ec%a7%84-%eb%91%90%eb%b6%80%ec%9e%a5%ec%88%98%ec%9d%98-%ec%9d%8c%ec%95%85-%eb%9e%91%ec%b9%b4%ec%8a%a4-%ec%9d%b4/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%eb%9e%91%ec%b9%b4%ec%8a%a4%eb%b9%84%ed%89%81%ec%97%90-%ec%9a%b8%eb%a0%a4-%ed%8d%bc%ec%a7%84-%eb%91%90%eb%b6%80%ec%9e%a5%ec%88%98%ec%9d%98-%ec%9d%8c%ec%95%85-%eb%9e%91%ec%b9%b4%ec%8a%a4-%ec%9d%b4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 06:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[DMZ]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[랑카스비퉁에 울려 퍼진 두부장수의 음악 -랑카스 이야기- 글/사진: 이승은, 조영박 (가톨릭대학교 DMZ DOCS 기자단) 9월 25일 일요일 오전 11시에 상영된는 5명의 감독들이 공동 제작했다는 점에서 기자의 호기심을 불러일으켰다. 5명의 감독들은 1998년 민주화 이후 10여 년간 인도네시아 다큐멘터리의 개척자 역할을 해온 제작집단 ’포럼 렌텡’을 통해 첫 번째 장편 다큐멘터리인를 공동 제작했다. 이 영화는 끼옹과 이론, 두 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://cfile9.uf.tistory.com/image/176880454E7FD4B911C1C4" alt="" width="542" height="158" /></p>
<p style="text-align: center;">랑카스비퉁에 울려 퍼진 두부장수의 음악<br />
-랑카스 이야기-</p>
<p style="text-align: right;">글/사진: 이승은, 조영박<br />
(가톨릭대학교 DMZ DOCS 기자단)</p>
<p><img class="alignnone" src="http://cfile10.uf.tistory.com/image/1962A8464E7FD38B04997F" alt="" width="540" /></p>
<p>9월 25일 일요일 오전 11시에 상영된는 5명의 감독들이 공동 제작했다는 점에서 기자의 호기심을 불러일으켰다. 5명의 감독들은 1998년 민주화 이후 10여 년간 인도네시아 다큐멘터리의 개척자 역할을 해온 제작집단 ’포럼 렌텡’을 통해 첫 번째 장편 다큐멘터리인를 공동 제작했다. 이 영화는 끼옹과 이론, 두 인물을 통해 평화로운 랑카스비퉁의 풍경을 그려낸다. 이 안에서 두부장사를 하는 그들의 음악에 대한 열정이 심심하기만 했던 랑카스비퉁에 생명을 불어 넣고 있는 듯 했다. 영화가 끝나고, 랑카스비퉁 여행을 아쉬워하는 관객들은 감독과 함께 이야기하는 시간을 가졌다.</p>
<p><span id="more-328"></span><img class="alignnone" title="dmz" src="http://cfile25.uf.tistory.com/image/120D343E4E7FD3CC0A2F57" alt="" width="540" /></p>
<p>Q1. 다섯 분의 감독께서 한 영화를 제작하셨다는 것이 신기합니다. 어떻게 함께 작업을 하게 되셨나요?<br />
A. 저희는 모두 ‘포럼 렌텡’에서 함께 일하고 있습니다. ‘포럼 렌텡’은 주로 인도네시아의 지역 발전을 위해서 힘쓰고 있습니다. 저희는 2년 동안 다양한 자료를 조사하고, 3개월 정도 집중하여 영화를 만들었습니다. 모두 함께 시나리오를 썼고, 푸아드 파우지와 샤이풀 안와르감독이 카메라를 맡았습니다.</p>
<p>Q2. 끼옹과 이론, 두 청년을 어떻게 만나게 되셨나요?<br />
A. 독립영화는 어려운 것이 아니고 자기자신을 먼저 살펴보고, 주변 사람을 담아볼 수 있는 것이라고 생각합니다. 사실, 끼옹은 안당 끌라나 감독의 동생입니다. 랑카스비퉁은 저희가 자주 다니는 공간이고요. 주변을 담아본다는 측면에서 작업을 하게 되었습니다.</p>
<p>Q3. 감독님들께서 보시기에, 관객들이 초점을 두고 봐야 할 부분은 무엇이라고 생각하시나요?<br />
A. 굳이 초점을 두실 필요는 없습니다. 중요한 것은 영상입니다. 자막 때문에 간혹 방해가 되기도 하지만, 영상을 보고 상상을 많이 해 주셨으면 좋겠습니다. 영화에 대사가 많지 않은 것도 이러한 이유에서 입니다.</p>
<p>Q4. 앞에서 2년 동안 조사를 했다고 하셨는데, 2년이나 걸린 이유는 무엇인가요?<br />
A. 자료 리서치는 이 영화를 찍기 위해서 한 것이 아닙니다. 2008년부터 전반적인 자료조사를 하면서 일부 주제를 다큐멘터리로 찍었는데, 그 중 하나가 ‘랑카스 이야기’인 것입니다. ‘랑카스 이야기’는 저희가 찍은 작품 중 하나입니다.</p>
<p>Q5. 다섯 분의 감독님들께서 함께 추구하고자 하는 것은 무엇인지 궁금합니다.<br />
A. 저희는 영화 혹은 짧은 비디오 등을 통해 지역에 있는 사람들의 긍정적인 면을 바라보고자 합니다. 또한 저희가 만든 영상을 통해 관객들에게 상상의 기회를 주고 싶습니다.</p>
<p>Q6. DMZ 국제다큐멘터리영화제에 대해서 감독님들께서 느낀 점을 말씀 해주세요.<br />
A. 독립영화가 인도네시아에서도 인기가 없는 것은 사실입니다. 그렇기 때문에 어떻게 관객들에게 접근하는지에 대해 고민해보는 것이 중요합니다. 또한 이번 영화제와 같은 축제를 통해 산업의 중심에 있지 않은 새로운 스타일의 영화를 알렸다는 데에 의의가 있다고 생각합니다.</p>
<p>오랜 시간 함께한 감독님께서는 DMZ국제다큐멘터리영화제가 좀 더 세계적인 영화제로 거듭나기를 기대해본다는 말씀을 남겨주시며 인터뷰를 마쳤다. 감독님과의 인터뷰를 통해 기자는 영화를 볼 때 감독의 의도를 수동적으로 받아들이는 것이 아니라 기자만의 의도를 지니고 능등적으로 바라볼 수 있다는 것을 배웠다.</p>
<p>&nbsp;</p>
<hr />
<p><a href="http://dmzdocs2011.tistory.com/entry/0926-%EB%9E%91%EC%B9%B4%EC%8A%A4%EB%B9%84%ED%89%81%EC%97%90-%EC%9A%B8%EB%A0%A4-%ED%8D%BC%EC%A7%84-%EB%91%90%EB%B6%80%EC%9E%A5%EC%88%98%EC%9D%98-%EC%9D%8C%EC%95%85" target="_blank">Sumber</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%eb%9e%91%ec%b9%b4%ec%8a%a4%eb%b9%84%ed%89%81%ec%97%90-%ec%9a%b8%eb%a0%a4-%ed%8d%bc%ec%a7%84-%eb%91%90%eb%b6%80%ec%9e%a5%ec%88%98%ec%9d%98-%ec%9d%8c%ec%95%85-%eb%9e%91%ec%b9%b4%ec%8a%a4-%ec%9d%b4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Dongeng Rangkas” dalam 3rd DMZ-Docs, Festival Dokumenter Internasional Korea.</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%e2%80%9cdongeng-rangkas%e2%80%9d-dalam-3rd-dmz-docs-festival-dokumenter-internasional-korea/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%e2%80%9cdongeng-rangkas%e2%80%9d-dalam-3rd-dmz-docs-festival-dokumenter-internasional-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 17:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[DMZ]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>
		<category><![CDATA[Penayangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[25 September 2011, Paju, Korea Selatan. Dongeng Rangkas mendapat kesempatan dipresentasikan secara khusus dalam Program ‘Asian Perspective’ di 3rd DMZ-Docs (Festival Dokumenter Internasional Korea). Sebuah kesempatan pertama film ini diputar secara perdana untuk dunia.   [1] Dari brosur Paju Bookcity, 2011 Kotabuku Paju, Sebuah Kota Untuk Memulihkan Sisi Kemanusiaan Yang Hilang.1 Kotabuku, terletak di sisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>25 September 2011, Paju, Korea Selatan. Dongeng Rangkas mendapat kesempatan dipresentasikan secara khusus dalam Program ‘Asian Perspective’ di 3<sup>rd</sup> DMZ-Docs (Festival Dokumenter Internasional Korea). Sebuah kesempatan pertama film ini diputar secara perdana untuk dunia.</em></p>
<p><em><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1686.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-303" title="IMG_1686" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1686.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a> </em></p>
<h6>[1] Dari brosur Paju Bookcity, 2011</h6>
<p><strong>Kotabuku Paju, Sebuah Kota Untuk Memulihkan Sisi Kemanusiaan Yang Hilang.</strong><sup>1</sup><strong></strong></p>
<p>Kotabuku, terletak di sisi jalan dari Jalan Bebas Hambatan Jayu menuju Paju (di barat-laut kota Seoul), adalah komunitas budaya-penerbitan. Proyek Kotabuku dirancang untuk membangun sebuah kota industri khusus untuk buku-buku termasuk perencanaan, penerbitan dan pendistribusian oleh penerbit-penerbit. Diinisiasi pada 5 September 1989 dan mulai dibangun pada 30 Juni 1999, dengan harapan ‘Untuk memulihkan sisi kemanusiaan yang telah hilang. Kota Buku, maka dari itu, haruslah menjadi ruang untuk orang-orang’.</p>
<div id="attachment_298" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1343.jpg"><img class="size-full wp-image-298" title="IMG_1343" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1343.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Jayu Expressway menuju Kota Paju</p></div>
<div id="attachment_299" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1355.jpg"><img class="size-full wp-image-299" title="IMG_1355" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1355.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Jayu Expressway menuju Kota Paju</p></div>
<div id="attachment_300" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1372.jpg"><img class="size-full wp-image-300" title="IMG_1372" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1372.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Jayu Expressway menuju Kota Paju</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3<sup>rd</sup> DMZ-Docs, Festival Dokumenter Internasional Korea 2001</strong></p>
<h6>[2] <strong>Korean Demilitarized Zone</strong> (Zona Demiliterisasi Korea), segaris tanah yang melintasi Semenanjung Korea yang berfungsi sebagai zona penyangga antara Korea Utara dan Korea Selatan. DMZ memotong kira-kira setengah dari Semenanjung Korea. Panjangnya 250 kilometer, kira-kira lebarnya 4 kilometer dan itu adalah perbatasan militer terbesar di dunia. Northern Limit Line (NLL—Garis Batas Utara) adalah batas maritim <em>de facto</em> antara Koea Utara dan Korea Selatan di Laut Kuning dan pesisir pantai serta pulau-pulau di kedua sisi NLL juga sangat demiliterisasi. –<em>wikipedia</em>.</h6>
<p>Kali ketiga, DMZ-Docs diadakan di Paju Bookcity. “DMZ<sup>2</sup>, merepresentasikan negara kita dari gencatan senjata, adalah sebuah lokasi dimana kita menyadari nilai sebenarnya dari ‘perdamaian’ dan ‘komunikasi’. Kami kadang cenderung melupakan nilai-nilai ini. Ini adalah alasan untuk memiliki festival dokumenter di DMZ. Melalui kekuatan dokumenter, kita kembali akan menyadari nilai perdamaian dalam ruang DMZ. Festival Dokumenter Internasional Korea DMZ adalah di mana ruang dari kemungkinan (DMZ) bertemu dengan film tentang kemungkinan (Dokumenter melalui pertemuan ini, anda akan dapat mengalami pengalaman tak berbatas dari nilai-nilai anda” (Dikutip dari katalog resmi 3<sup>rd</sup> DMZ-Docs).</p>
<div id="attachment_322" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1477.jpg"><img class="size-full wp-image-322" title="Pagar batas DMZ" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1477.jpg" alt="Pagar batas DMZ" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Pagar batas DMZ</p></div>
<div id="attachment_323" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1478.jpg"><img class="size-full wp-image-323" title="IMG_1478" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1478.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Pagar batas DMZ</p></div>
<div id="attachment_324" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1479.jpg"><img class="size-full wp-image-324" title="IMG_1479" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1479.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Pagar batas DMZ</p></div>
<div id="attachment_325" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1493.jpg"><img class="size-full wp-image-325" title="IMG_1493" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1493.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Pagar batas DMZ</p></div>
<p><span id="more-286"></span>Didukung penuh oleh Kementerian nasional, Provinsi dan Kota, DMZ diadakan dengan megah dan beberapa perayaan serta pesta para pembuat dokumenter di Paju Bookcity. Dengan sedikit menyesal, dalam perhelatan besar seperti ini hanya sedikti pengunjung rata-rata yang dapat dilihat dalam menonton dan mendatangi festival ini. Memang Paju Bookcity sekitar 45 menit dengan bis dari kota Kota Seoul, terlalu jauh untuk disambangi terlebih disini tidak adanya tempat tinggal penduduk, hanyalah bangunan-bangunan perkantoran. Sesekali saya dan kawan-kawan bertanya ketika berkesempatan plesiran ke Kota Seoul, beberapa orang yang kami temui di sana bahkan tidak tahu Kota Paju, yang terletak di provinsi Gyeonggi. Mungkin ada alasan tersendiri panitia mengadakan festival di sini tiga kali berturut-turut. Dengan sebagian besar penayangan film-film di Cinus Eche, sebuah teater sinema dengan 9 studio dan aula besar dengan total 1636 kursi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_305" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1698.jpg"><img class="size-full wp-image-305" title="IMG_1698" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1698.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Pintu Masuk Teater Sinema Cinus Eche</p></div>
<div id="attachment_302" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1684.jpg"><img class="size-full wp-image-302" title="IMG_1684" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1684.jpg" alt="Pintu Masuk Teater Sinema Cinus Eche" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Pintu Masuk Teater Sinema Cinus Eche</p></div>
<div id="attachment_304" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1693.jpg"><img class="size-full wp-image-304" title="IMG_1693" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1693.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana dalam teater sinema Cinus Eche</p></div>
<p><strong>Melihat isu-isu Asia melalui mata Asia</strong></p>
<p>Adalah benar bahwa Barat telah menjadi kekuatan utama dalam film dokumenter dunia. Dengan pemikiran ini, menganalisa masalah-masalah lokal yang tertunda dan sejarah lokal melalui sudut pandang lokal menjadi sangat penting. Dengan memperkenalkan berbagai dokumenter dari Asia ke penonton Korea, program ini menanggapi tuntutan-tuntutan itu dengan menyediakan sebuah ruang dan jaringan untuk pembuat film dokumenter lain dari Asia untuk bertukar pandangan kultural mereka.</p>
<p><em>Dongeng Rangkas </em>ditayangkan dalam program ini, Asian Perspective. Bersama dengan film lainnya yang ditayangkan untuk umum dua kali dalam seminggu, sesuai jadwal; <em>5 Minutes to Fame Ah… Ah… A</em>h (Indonesia), <em>Anyang, Paradise City</em> (Korea), <em>Director Disqualified</em> (Jepang), <em>Dragon Boat</em> (Cina), <em>Games and Peace</em> (India), <em>Lumpinee</em> (Thailand), <em>Refrains Happens Like Revolutions in a Song </em>(Filipina), <em>Hard Rails Across a Gentle River </em>(Vietnam), <em>The Temple of Hemp Valley</em> (Korea).</p>
<p>Tepat pukul 11.00 waktu setempat (Jakarta, lebih lambat 2 jam dari Paju), menuju siang hari dengan udara yang sedang beradaptasi dengan masuknya musim dingin di Bulan November nanti, <em>Dongeng Rangkas</em> ditayang perdana kepada dunia di Korea. Untuk cerita-cerita Dongeng Rangkas silahkan kunjungi <a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/">tautan ini</a>. 25 September 2011, hari ini menjadi penting bagi kami para sutradara <em>Dongeng Rangkas</em>. Pertama, karena yang telah tersebut di atas, dan kedua, dua orang sutradara <em>Dongeng Rangkas</em> dari sebuah kota kecil di barat kota Jakarta, Badrul Munir dan Fuad Fauji untuk pertama kalinya berpetualang ke luar Indonesia. Kami berlima, termasuk saya, Mira Febri Mellya dan Syaiful Anwar menghadiri penayangan ini.</p>
<p><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2033.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-317" title="IMG_2033" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2033.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_0390.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-296" title="IMG_0390" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_0390.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a></p>
<p>Jika dibagi 9 studio dari 1636 kursi yang ada di Cinus Eche, maka sekitar 180an kursi di tiap studio. Penayangan ini ditonton sekitar setengah dari total kursi yang tersedia. Cukup penuh, walau ada yang keluar di tengah penayangan, dan permasalahan subteks Bahasa Inggris dan Korea yang mereduksi beberapa bagian dari film ini. Secara keseluruhan para penonton senang dengan tontonan ini, sebuah cara baru, apalagi di Korea untuk membuat dokumenter, kata sang moderator diskusi setelah penayangan. Kurangnya tawa penonton dalam penayangan ini, membuat suasana menonton jadi berbeda dengan di Indonesia, dan hal ini membuat saya menjadi terpusat pada permasalahn subteks yang terjadi ketika saya menonton film-film lainnya. Tapi, percayalah dengan gambar yang ada dalam film ini, biarkan pikiran anda berimajinasi dan memiliki multi-interpretasi, begitu jawab saya ketika seorang penonton menanyakan tentang bagaimana cara menonton dokumenter.</p>
<p>Selama kurang lebih 90 menit berikut iklan film ini berlangsung, setelah itu diskusi pun dimulai. Dengan sorang moderator dan seorang penerjemah yang juga kawan baru kami yang sangat baik, kami bereempat, Badrul, Fuad, Saya dan Syaiful tampil di depan forum. Dengan bangga kami berbahasa Indonesia, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan penonton.</p>
<p><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1983.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-308" title="IMG_1983" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1983.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1985.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-309" title="IMG_1985" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1985.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1990.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-311" title="IMG_1990" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1990.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a></p>
<p>“Bagaimana bisa kalian menyatukan kelima sutradara dalam satu film? Biasanya hanya satu atau dua orang saja?”, tanya seorang penonton.</p>
<h6>[3] Program akumassa digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan selama satu bulan.</h6>
<p>“Sulit!”,  jawab Badrul. Tentu saja kami memiliki proses yang panjang dalam pembuatan dokumenter ini. Riset yang dilakukan dalam program akumassa<sup>3</sup> sudah berlangsung hampir 3 tahun di komunitas kami (Saidjah Forum) di Rangkasbitung, lokasi dimana film ini diproduksi. Dan bukan dengan tiba-tiba kami menemukan dua orang tokoh tersebut. Iron adalah kawan lama kami dan satu <em>tongkrongan</em> band di Rangkas, Kiwong adalah adik kandung saya. Rentang Juni-Juli 2011 kami membuat film ini, dengan perdebatan dan sudut pandang masing-masing tentunya. Tapi semua bisa dikendalikan dalam diskusi-diskusi usai perekaman gambar, lalu di saaat penyuntingan film dengan Hafiz di Jakarta, titik-titik itu mulai menjadi satu alur.</p>
<p><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1998.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-313" title="IMG_1998" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1998.jpg" alt="" width="540" height="720" /></a><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1997.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-312" title="IMG_1997" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1997.jpg" alt="" width="540" height="720" /></a><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1987.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-310" title="IMG_1987" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1987.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1976.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-307" title="IMG_1976" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1976.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a></p>
<p>“Kenapa waktu riset cukup lama? 3 tahun?  karena di sana adalah teman2 sendiri?”, tanya Trinh, seorang kawan dari Vietnam.</p>
<p>Badrul menjawab dengan menjelaskan program akumassa, dimana tiap dua tahun, Forum Lenteng melakukan pengembangan lanjutan dengan komunitas-komunitas rekanan akumassa yang sudah melalui masa 2 tahun semenjak program akumassa dimulai. Nah, filem <em>Dongeng Rangkas</em> ini adalah salah satu bagian dari program lanjutan itu. Riset-riset itu sebenarnya berasal dari tulisan kawan-kawan yang ada di <a href="www.akumassa.org" target="_blank">www.akumassa.org</a>. Kami hanya mengambil sebagian kecil dari tulisan dan riset itu, ditambah dengan sedikit ide cerita dari Syaiful tentang Iron dan musik.</p>
<div id="attachment_316" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2012.jpg"><img class="size-full wp-image-316" title="IMG_2012" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2012.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Syaiful Anwar sedang diwawancara oleh salah satu stasiun TV Korea</p></div>
<div id="attachment_315" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2007.jpg"><img class="size-full wp-image-315" title="IMG_2007" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2007.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Badrul Munir sedang diwawancara oleh salah satu stasiun TV Korea</p></div>
<div id="attachment_314" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2003.jpg"><img class="size-full wp-image-314" title="IMG_2003" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2003.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Fuad Fauji sedang diwawancara oleh salah satu stasiun TV Korea</p></div>
<div id="attachment_297" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_0397.jpg"><img class="size-full wp-image-297" title="IMG_0397" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_0397.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Andang Kelana sedang diwawancara oleh salah satu stasiun TV Korea</p></div>
<p>Beberapa bertanya tentang latar belakang sutradara yang bukan dari studi film, Saya dan Badrul menjelaskan jika di organisasi kamipun, kami memulai studi itu sendiri dari 2003. Dengan menonton, berdiskusi, membuat riset dan karya, <em>trial and error</em>, mendatangkan beberapa kawan yang ahli di bidangnya untuk berbioncang dengan kami, serta mendatangi beberapa perhelatan seperti ini. Pengalaman-pengalaman itu yang membuat kami dapat membuat film secara baik.</p>
<p>Di akhir diskusi, moderator bertanya tentang apa pesan untuk para penonton. Syaiful menjawab, “Record Yourself, Then Society.”</p>
<div id="attachment_318" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2038.jpg"><img class="size-full wp-image-318" title="IMG_2038" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2038.jpg" alt="Wawancara dengan wartawan DMZ-Docs" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Wawancara dengan wartawan DMZ-Docs</p></div>
<div id="attachment_319" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2042.jpg"><img class="size-full wp-image-319" title="IMG_2042" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2042.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Wawancara dengan wartawan DMZ-Docs</p></div>
<div id="attachment_320" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2044.jpg"><img class="size-full wp-image-320" title="IMG_2044" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2044.jpg" alt="" width="540" height="405" /></a><p class="wp-caption-text">Wawancara dengan wartawan DMZ-Docs</p></div>
<div id="attachment_321" class="wp-caption alignnone" style="width: 550px"><a href="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2052.jpg"><img class="size-full wp-image-321" title="IMG_2052" src="http://dongengrangkas.akumassa.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2052.jpg" alt="" width="540" height="720" /></a><p class="wp-caption-text">Wawancara dengan wartawan DMZ-Docs</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/%e2%80%9cdongeng-rangkas%e2%80%9d-dalam-3rd-dmz-docs-festival-dokumenter-internasional-korea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sembilan September di Kineforum</title>
		<link>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/sembilan-september-di-kineforum/</link>
		<comments>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/sembilan-september-di-kineforum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 10:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>superadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Penayangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengrangkas.akumassa.org/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Telah ditulis oleh Asep Topan dalam blog pribadinya di aseptopan.tumblr.com, pada 10 September 2011. - - Tepat dua hari yang lalu, tanggal 9 September 2011, saya berangkat ke kampus dengan tujuan menonton film di Kineforum, selain bersilaturahmi dengan teman-teman pasca lebaran Idul Fitri. Film yang rencananya akan saya tonton berjudul Dongeng Rangkas, diputar mulai jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #888888;">Telah ditulis oleh <strong>Asep Topan</strong> dalam blog pribadinya di <a href="http://aseptopan.tumblr.com/post/10048780173/sembilan-september-di-kineforum" target="_blank"><span style="color: #888888;">aseptopan.tumblr.com</span></a>, pada 10 September 2011.</span></p>
<p>- -<br />
Tepat dua hari yang lalu, tanggal 9 September 2011, saya berangkat ke kampus dengan tujuan menonton film di Kineforum, selain bersilaturahmi dengan teman-teman pasca lebaran Idul Fitri. Film yang rencananya akan saya tonton berjudul <em>Dongeng Rangkas</em>, diputar mulai jam 19.30 WIB. Ternyata selain film <em>Dongeng Rangkas</em> tersebut, ada satu lagi film yang diputar di Kineforum hari ini, berjudul <em>Die Konferenz der Tiere</em> yang dalam bahasa Inggris berarti <em>Animal United</em>. Film ini mulai diputar pada jam 17.00 WIB.</p>
<p>Tulisan saya kali ini lebih kurang akan membahas kedua film tersebut. Pertama, film <em>Dongeng Rangkas</em>. Film ini adalah produksi Forum Lenteng yang bekerjasama dengan Komunitas Saidjah Forum, Lebak dan disutradarai oleh Andang Kelana, Badrull “Rob” Munir, Fuad Fauji, Hafiz serta Syaiful Anwar. <em>Dongeng Rangkas</em> menceritakan aktivitas-aktivitas masyarakat Rangkasbitung, diwakili oleh dua orang penjual tahu yaitu Kiwong dan Iron. Keseharian mereka sebagai penjual tahu banyak terlihat dalam film ini, namun yang lebih menarik ialah sisi lain dari kehidupan mereka selain pekerjaannya tersebut. Kiwong selalu bermimpi menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, bersama keluarganya. Kiwong banyak menceritakan mengenai masa lalunya yang, dikatakan kelam setelah pindah ke Jakarta terutama kebasaan mabuknya yang tidak dapat ia tahan meskipun ia sebelumnya seorang santri, sebelum bekerja di Jakarta. Namun setelah ia menikah, kehidupannya berangsur-angsur membaik dan ia sangat mensyukuri pekerjaanya saat ini sebagai penjual tahu di kereta api. Sedangkan Iron, lebih tepat dikatakan sebagai pengrajin tahu daripada penjual tahu, karena ia memiliki pabrik tahu dan memproduksi tahu sendiri, sebagai usaha turun temurun dari keluarganya selain menjualnya di pasar. Sedangkan istrinya berjualan tauge dan tempe di pasar yang sama. Selain berjualan tahu, Iron memiliki kegiatan yang telah ia lakoni sejak tahun 1998 yaitu bermain musik <em>underground</em>. Ia memiliki sebuah band beraliran <em>Grindcore</em> bernama Monster, bersama dua orang teman lainnya. Iron percaya bahwa musik adalah anugrah dari Tuhan, dan ia terus bermain musik<em> underground</em> dengan dasar kepuasan nuraninya ketika bermain musik, sehingga ia tidak pernah punya niat untuk menjual musiknya tersebut.</p>
<p><span id="more-279"></span>Sesuatu yang menarik dalam film ini ialah bagaimana cerita yang ditampilkan begitu mengalir, apa adanya, dengan dialog para tokohnya lebih banyak menggunakan bahasa daerah pula. Kita bisa mengetahui bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang dan penuh syukur. Tetapi sangat disayangkan bahwa film ini kurang mengangkat tentang tahunya itu sendiri. Karena saya pikir inilah yang menjadi benang merah antara kedua tokoh utama dalam film ini. Setelah menonton film ini, yang lebih melekat dalam pikiran saya justru musik <em>underground</em>-nya, bukan Tahu ataupun Rangkasbitung. Dilihat dari sisi teknis, ada beberapa adegan dalam film ini yang saya pikir terlalu lama di tampilkan. Diantaranya, paling terasa dalam adegan ketika Iron melaksanakan shalat maghrib, ditampilkan seutuhnya, tiga rakaat lengkap dengan dzikir dan do’a setelah shalat. Dalam subyektifitas saya, ini terlalu berlebihan, karena dengan menampilkan sebagian adegan shalatpun, sudah mewakili keseluruhannya.</p>
<p><img title="Die Konferenz der Tiere" src="http://media.tumblr.com/tumblr_lrboojXZSK1qdpv07.jpg" alt="Die Konferenz der Tiere" width="545" height="773" /></p>
<p>Film lainnya yang saya tonton berasal dari Jerman, <em>Die Konferenz der Tiere</em> (<em>Animal United</em>). Merupakan film animasi produksi tahun 1969 oleh Curt Linda dan Gustav Garvin. <em>Die Konferenz der Tiere</em> menyampaikan pesan perdamaian pada kita semua. Film ini dibuat ketika dunia dilanda ketegangan politik antara blok timur dan blok barat, yang lebih sering disebut sebagai Perang Dingin.</p>
<p>Pada awalnya film ini menggambarkan ketegangan politik di antara para pemimpin dunia yang terus menerus memperkuat dirinya masing-masing dengan menambah kekuatan militer mereka. Berita tersebut dengan cepat menyebar ke semua penjuru dunia, termasuk di dunia binatang.</p>
<p>Dalam film ini, diceritakan bahwa seekor singa mengetahui berita tersebut dari sebuah koran. Setelah ia mengetahui keadaan dunia semakin menghawatirkan dan ancaman perang semakin nyata, ia mempunyai inisiatif untuk mengadakan konferensi semua binatang. Selain mengumpulkan semua binatang, ia juga membawa semua anak manusia, karena mereka sangat tertekan dengan keadaan mereka saat itu dan justru merasakan kebahagiaan selama tinggal bersama para binatang. Keadaan inilah yang membuat para orang tua menuntut para penguasa untuk segera berupaya mengembalikan anak-anak mereka.</p>
<p>Akhirnya para binatang yang dipimpin oleh singa mengadakan konferensi, mengemukakan semua pendapat mereka tentang upaya perdamaian dunia. Konferensi ini disiarkan langsung di televisi, sehingga disaksikan oleh para penguasa dunia yang sedang bersitegang. Ketegangan tersebut berujung pada pecahnya perang diantara mereka. Pesawat tempur, pasukan militer, bom roket dan senjata lainnya digunakan untuk berperang. Namun binatang-binatang inilah yang kemudian menggagalkan peperangan dengan menyerang semua pasukan perang manusia, dengan cara yang sangat tidak terduga dalam sebuah film animasi. Dengan berhasilnya upaya para hewan tersebut, maka duniapun kembali damai.</p>
<p>Yang sangat menonjol dari film ini, menurut saya ialah banyak sekali hal yang tidak terduga. Penggambaran tokoh-tokohnya yang naif juga dibarengi dengan adegan-adegan yang tidak masuk akal, memperlihatkan kebebasan berimajinasi yang tinggi dari pembuatnya, namun tidak keluar dari tema yang dibicarakan. Dilihat dari segi teknis, saya sangat kagum dengan bentuk fisik gambar animasi pada film ini. Utamanya dalam penggambaran <em>background</em>, dibuat dengan teknik cat air, efek-efek kuas masih sangat terasa dan kemungkinan besar juga menggunakan cat poster. Bahkan dalam beberapa gambar <em>background</em> seperti pohon dan gedung menggunakan teknik stensil dengan cat semprot.</p>
<p><em>Die Konferenz der Tiere</em> merupakan sebuah film yang sangat baik saya pikir, setelah melihat bagaimana metafor yang digunakan begitu cerdas, ditampilkan dengan adegan-adegan yang diluar dugaan melebihi imajinasi kita, dan tentu saja, menyampaikan pesan perdamaian dengan sangat menghibur.</p>
<p>NB:<br />
Salah satu cuplikan dalam film <em>Die Konferenz der Tiere</em> bisa dilihat disini:<br />
<iframe title="YouTube video player" class="youtube-player" type="text/html" width="545" height="399" src="http://www.youtube.com/embed/c5HBb22C-4w" frameborder="0" allowFullScreen="true"> </iframe></p>
<p>Situs resmi film Dongeng Rangkas:<br />
<a href="www.dongengrangkas.akumassa.org" target="_blank">www.dongengrangkas.akumassa.org</a></p>
<p>- Asep Topan, 11 September 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengrangkas.akumassa.org/2011/09/sembilan-september-di-kineforum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

